Beranda Otomotif 4 Fitur Di Luar Ekspektasi Wuling Almaz

4 Fitur Di Luar Ekspektasi Wuling Almaz

224
0
Dealer wuling Surabaya

Wuling Motors adalah sebuah merek kendaraan asal Liuzhou, Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok. Merek ini dijalankan oleh perusahaan Liuzhou Wuling Automobile Industry Co., Ltd., sebuah perusahaan patungan oleh Wuling Group dan Dragon Hill Holdings Limited.

Dalam kurung waktu kurang lebih dua tahun Wuling Motors telah sukses meluncurkan tiga produk di pasar otomotif Indonesia, tapi itu semua tidak membuat Wuling Motors Indonesia puas. Di awal tahun 2019 ini, PT SGMW Motor Indonesia memperkenalkan produk keempatnya, Wuling Almaz. Inilah sedikit ulasan mengenai Wuling Almaz 2019, SUV pertama dari Wuling.

Namun keseriusan Wuling Motors dalam berkiprah di industri otomotif Tanah Air terus dibuktikan. Dalam waktu kurang dari dua tahun, sudah 3 produk diluncurkan oleh pabrikan Cina ini untuk pasar otomotif Indonesia. Mulai dari MPV, Wuling Confero yang menjadi pesaing Toyota Avanza, hingga Wuling Cortez sebagai medium MPV yang berusaha melawan Toyota Kijang Innova sebagai legenda MPV di Indonesia. Produk terakhir yang diluncurkan tahun lalu adalah Wuling Formo sebagai kendaraan komersial pertama yang memakai basis sama dengan Wuling Confero.

Dan untuk lebih meyakinkan para konsumen semua, di mana merupakan bukti keseriusan dari Wuling, merek tidak hanya dari sisi produk saja tapi juga dari segi jaringan diler yang tersebar di seluruh Indonesia. Dapat kamu ketahui sampai dengan akhir tahun lalu, Wuling Motors sudah memiliki lebih dari 90 diler yang siap melayani para konsumen dengan produk-produk andalannya tersebut. Adapun penjualan Wuling selama tahun 2018 juga mengalami kenaikan 3 kali lipat dari 5.050 pada 2017 menjadi 17.020. Wuling Confero menjadi kontributor terbesar sebanyak 11.062 unit.

Tiba lah saat yang ditunggu-tunggu di awal tahun 2019 ini, Wuling Motors kembali membuktikan keseriusannya dengan meluncurkan produk terbaru yakni Wuling Almaz. SUV pertama dari Wuling untuk Indonesia ini sebenarnya sudah pernah dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu. Saat itu SUV Wuling ini berdampingan dengan mobil listrik Wuling yakni E100 yang menjadi pusat perhatian.

Untuk diketahui bersama bahwa, sebelum Wuling Almaz diperkenalkan, Chevrolet Captiva terbaru diperkenalkan di Kolombia. Desain bagian depannya mirip sekali dengan Wuling Almaz dan hanya berbeda pada bagian gril saja. Dalam acara perkenalan perdana atau soft launching di area Sentul, Jawa Barat, Wuling Motors juga memberi kesempatan kepada kami dan media yang hadir untuk mencoba langsung mobil terbarunya tersebut. Sirkuit sentul pun menjadi saksi perdana pengetesan Wuling dengan berbagai fiturnya. Lantai bagaimana rasa berkendaranya? Yuk kita simak bersama ulasan dari Wuling Almaz 2019 untuk kamu.

1. EKSTERIOR WULING ALMAZ 2019

Eksterior Depan

Uzone – Uzone.id

Tampilan depan Wuling Almaz 2019, Lampu sipit yang berfungsi sebagai DRL, sein dan lampu senja memberi kesan futuristik. Menyatu dengan bumper, Wuling Motors menyematkan lampu utama atau lampu malam dan lampu kabut.

Lampu utama yang digunakannya menggunakan LED Projector yang diklaim mempunyai cahaya terang saat berkendara di malam hari. Masih pada bagian bumper, lekukan tegas membentuk seperti huruf ‘C’ membuatnya tampil gagah. Meskipun pada bagian gril tidak ada yang terlalu istimewa.

Eksterior Samping

Oto

Pada bagian samping Wuling Almaz 2019, tampak sederhana cenderung elegan. Garis yang berawal dari lampu sipit di depan dibuat menyatu atau pararel hingga ke lampu belakang. Pilar D yang diberi warna hitam membuatnya tampil dengan efek floating roof seperti mobil-mobil modern lainnya.

Sementara pada bagian kaki-kakinya, Wuling Almaz 2019 menggunakan velg berukuran 215/60 R17. Diameter 17 inci untuk sebuah SUV yang mempunyai bodi cukup besar rasanya kurang besar sedikit. Mungkin akan terlihat lebih gagah bila Wuling Motors berani memberi diameter 18 inci meskipun harus mengorbankan kenyamanan karena profil ban yang lebih tipis.

Eksterior Belakang

Oto

Beralih ke bagian belakang, tidak ada perbedaan dengan prototipe yang ditampilkan saat GIIAS 2018. Lampu utama yang memanjang dan tidak terpotong oleh pintu bagasi membuatnya tampil berkelas. Bila pada bagian bumper depan disematkan lampu utama, pun dengan bumper belakang yang juga disematkan lampu sein pada ujung kanan dan kirinya.

Tetapi lampu sein ini bisa diaktifkan bila dalam kondisi pintu bagasi terbuka, misal untuk menyalakan lampu hazard. Namun bila dalam kondisi normal seperti berjalan, maka lampu sein akan berfungsi pada lampu utama yang menyatu rumah lampunya dengan rem.

2. INTERIOR WULING ALMAZ 2019

Dashboard & Setir

Tribunnews.com

Jika kamu masuk ke dalam kabin Wuling Almaz 2019, rasanya bohong kalau kamu tidak kaget dengan sebuah layar monitor besar berukuran 10.4 inci yang berada tepat di tengah dasbor. Ya, layar besar tersebut menjadi senjata andalan Wuling Almaz 2019 yang mengedepankan teknologi. Hampir seluruh operasional mobil terintegrasi dalam layar monitor tersebut.

Mulai dari pemutar musik, bluetooth phone, radio, pengaturan AC, hingga Wuling Link. Tidak hanya itu, pengaturan fitur pada mobil seperti pengaturan jendela, penguncian, lampu, TPMS (tekanan angin ban) dan juga 360 camera bisa diakses pada layar yang diberi nama smart multimedia tersebut.

Puas dengan fitur berlimpah pada layar monitornya, pengemudi juga dimanjakan dengan kehadiran steering control. Tidak hanya mengatur audio, pegemudi juga bisa mengoperasikan pemutar musik, volume audio, telephone dengan mengkoneksikan dengan smartphone juga memilih tampilan MID yang beraneka ragam informasi. Asyiknya, kini Wuling Almaz 2019 sudah disematkan average consumptionpada MID dimana pada Confero tidak tersedia.

Jok

OTOmart.id

Saat kami diberi kesempatan untuk mencoba Wuling Almaz 2019, awalnya kami akan mengira bahwa posisi mengemudinya tidak terlalu ergonomis. Entah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Namun asumsi kami ditepis karena dengan pengaturan posisi pengemudi elektrik, kami bisa mendapatkan posisi ideal yang nyaman dan ergonomis. Meski bahan semi kulit yang digunakan untuk melapisi jok bukan yang ternyaman.

Tidak hanya mendapat kesempatan untuk mengemudi, kami juga sempat merasakan menjadi penumpang belakang. Dengan posisi di belakang pengemudi pun kami masih merasakan leg room yang sangat luas. Kaki nyaris bisa selonjor layaknya berada di sedan mewah. Tidak perlu khawatir dengan head room karena dengan tinggi mobil 1.760 mm sudah cukup untuk kami yang berpostur tinggi 173 cm.

3. FITUR WULING ALMAZ 2019

Fitur Berkendara

Cintamobil.com

Sejak diperkenalkannya Wuling Confero pada 2017 lalu, fitur seolah menjadi hal penting untuk produk Wuling Motors. Tidak terkecuali pada Wuling Almaz 2019 ini. Segudang fitur ditanamkan untuk mendapatkan kenyamanan saat berkendara. Seperti fitur cruise control yang menjaga kecepatan kendaraan secara konstan sehingga pengemudi tidak perlu menginjak pedal gas. Fitur ini bisa diaktifkan mulai dari kecepatan 60 km/jam dan diatur melalui tombol di sisi kiri setir.

Stabilitas Wuling Almaz 2019 kami nilai baik karena saat kami mencoba sempat oversteer namun mobil tidak sampai berbalik arah dan bisa dikendalikan dengan baik hingga kembali pada posisinya. Fitur ESC (electronic stability control) punya peran besar karena bertugas menjaga kestabilan berkendara secara otomatis saat pengemudi kehilangan kendali. Ditambah adanya fitur TCS (traction control system) yang membuat mobil tidak kehilangan traksi ketika dalam kondisi tersebut.

Belum lagi fitur Electric Parking Brake yang digunakan sebagi pengganti rem tangan atau rem parkir. Cukup dengan sentuhan untuk menon-aktifkannya atau menarik ke atas tombolnya saat parkir. Fitur berkendara lainnya yang juga hadir ialah keyless entry memudahkan saat membuka pintu karena tidak perlu menekan tombol di remote. Ada juga mode mengemudi yakni ECO dan Sport disesuaikan dengan kebutuhan di jalan.

Fitur Keselamatan

Fitur berlimpah tidak hanya pada berkendara tapi keselamatan juga banyak dihadirkan pada Wuling Almaz 2019 ini. Fitur keselamatan paling mendasar pada sebuah mobil modern ada pada Wuling Almaz, yakni ABS (anti-lock braking system), EBD (electronic brake-force distribution), dan BA (braking assist) yang membuat daya pengereman kendaraan semakin baik.

Terbukti saat ada sesi mencoba fitur pengereman tersebut di sirkuit sentul, dengan handicap yang ada, mobil terasa sigap saat rem mendadak. Berkaitan dengan rem mendadak, Wuling Motors juga memberikan fitur emergency stop signal dimana sinyal lampu hazard akan berkedip secara otomatis. Sehingga pengemudi di belakang diberi peringatan untuk mengurangi kecepatan sekaligus menghindari resiko tabrakan.

4. OPERASI WULING ALMAZ 2019

Wuling Almaz tidak hanya menjadi produk SUV pertama. Produk pertama Wuling Motors di tahun 2019 ini juga menjadi produk pertama yang menggunakan mesin turbo dengan kapasitas 1.451 cc. Awalnya kami mengira mobil ini adalah pengembangan dari mesin Confero mengingat kapasitas mesin yang sama. Namun hal ini dibantah Wuling Motors karena ternyata mesin ini dikembangkan khusus untuk Almaz.

Menggunakan teknologi DOHC dipadu turbocharged, tenaga maksimum yang dihasilkan Wuling Almaz mencapai 140 hp pada 5.300 rpm. Tenaga tersebut bukan yang terbesar dikelasnya, tetapi torsi 250 Nm menjadikannya mobil ini mempunyai respon yang baik saat berakselerasi. Meski masih menggunakan CVT, saat kami coba akselerasinya terasa halus. Tidak terasa adanya jeda meski pedal gas diinjak penuh. Adapun teknologi CVT yang digunakan pada Almaz dari Bosch Holland.

Kehadiran mode manual memberikan sensasi yang menarik untuk kami tetapi rasanya akan jarang digunakan karena transmisi CVT yang sudah nyaman. Namun bila Anda menggunakan mode manual ini, mampu mencapai 8-speed dengan speed ratio 2.631 ~ 0.378 dan perpindahannya melalui tas perseneling, tidak ada paddle shift.

Sama seperti mobil turbo umumnya, Wuling Almaz juga masih terasa turbo lag ketika mencapai 3.000 rpm. Namun Wuling Motors mengklaim teknologi turbocharged yang digunakan pada Almaz merupakan generasi terbaru buatan Honeywell yang mampu mendorong torsi semakin besar. Memang ketika kami rasakan berakselerasi Wuling Almaz terasa responsif ketika pedal gas diinjak.

Bagaimana dengan pengendaliannya? Awalnya kami berekspektasi dengan bodi yang cukup besar, pengendalian akan tidak nyaman. Tapi ternyata ini menjadi SUV yang menyenangkan untuk dikendarai baik untuk harian maupun keluar kota. Ketika bermanuver, setir dan roda terasa presisi. Gejala body roll tetap terasa tetapi mobil ini sangat stabil. Terbukti ketika kami mengujinya di sirkuit sentul dan sempat mengalami oversteer, tetapi mobil bisa mudah dikendalikan dan kembali pada posisinya.

Strategi yang sama seperti Confero dan Cortez, Wuling Motors belum mengumumkan berapa harga resmi dari Wuling Almaz ini. Para awak media yang diundang bahkan ditanyakan berapa harga yang pas untuk Wuling Almaz ini? Kami pun menilai dengan fitur yang berlimpah, mesin yang punya performa tinggi, dan pengendalian yang baik rasanya batas maksimum harga Wuling Almaz adalah Rp 350 juta. Banderol harga tersebut bisa bersaing dengan SUV lainnya seperti Honda CR-V misalnya. Walaupun branding dari Wuling di pasar otomotif Tanah Air belum teruji untuk durabilitas produknya. Sehingga bermain dengan harga yang rasional bisa menjadi senjata kedua setelah spesifikasi yang mumpuni.

Sebagai produk baru dan SUV pertama dari Wuling, awalnya kami tidak ekspektasi besar khususnya pada sisi performa dan pengendalian. Tapi ternyata stabilitas dan performanya mampu beradu dengan SUV dari pabrikan lainnya seperti Honda CR-V ataupun Hyundai Tucson. Namun harga akan menjadi penentuan apakah Wuling Almaz ini akan diterima dengan baik oleh konsumen atau tidak?

Nah itulah ulasan kami tentang 4 fitur dari wuling almaz, semoga dapat menjadi masukan kamu dalam mengganti kendaraan lawasnya yang di tahun 2019 ini.

Sumber : Mahmudi Restyanto